Hubungan Seks Suami Istri, Sebaiknya Seminggu Berapa Kali?



Frekuensi berhubungan seks merupakan suatu kunci untuk mempertahankan keharmonisan pasangan suami istri. Meski begitu, frekuensi ini juga dapat sering menjadi kekhawatiran bahkan perdebatan di antara pasangan suami istri.

Pasalnya, bisa saja ada perbedaan antara harapan dan kenyataan terkait berapa kali satu pasangan dapat melakukannya.  Akhirnya, banyak pasangan bertanya-tanya apakah mereka kurang, cukup atau malah terlalu banyak berhubungan seks? Belum lagi jika ada perbedaan ekpektasi di antara suami istri mengenai frekuensi ini.

Mary Andres, seorang profesor di University of Southern CA, Amerika Serikat (AS) mengatakan, "Kebanyakan orang ingin melakukan hubungan seks setiap hari, tapi beberapa suami istri lainnya memiliki prioritas lain, sehingga seks bukan prioritas utamanya. Prioritas lain dimaksud Mary di sini, apalagi kalau bukan terkait kesibukan mengurus anak ataupun pekerjaan dimana terkadang membuat sesi bercinta dengan pasangan tidak jadi hal utama.

Dijelaskan juga tentang sebuah penelitian tersebut dilakukan pada puluhan ribu orang di Amerika Serikat dimana hasilnya menunjukkan kalau pasangan yang melakukan berhubungan seks setidaknya satu kali seminggu menjadikan pasangan dengan lebih bahagia.
Tapi apakah satu kali seminggu itu sebenarnya sudah sesuai dengan harapan?

Sebuah situs hubungan Your Tango misalnya, melansir hasil polling menunjukkan bahwa banyak pasangan suami istri sudah memiliki anak, mengganggap berhubungan seks 3  hingga 5 kali dalam seminggu merupakan jumlah yang diharapkan banyak pasangan.

Namun polling yang sama juga ditemukan bahwa banyak pasangan yang sudah merasa cukup bila dapat bercinta satu kali dalam seminggu hingga minimal sekali sebulan saja Artinya, frekuensi 'ideal' setiap pasangan tampaknya memang berbeda-beda dan dipengaruhi banyak faktor.

Mengutip laman The Sun, sekelompok peneliti di Kinsey Institute of Sex, jenis kelamin, Hoosier State, AS, sampai melakukan peneltian seputar frekuensi bercinta yang berbeda. Dalam studi tersebut, para peneliti mencoba melihat kaitan usia pasangan dengan frekuensi bercinta.

Hasilnya diketahui bahwa pasangan generasi Milenial atau mereka yang telah memasuki usia dewasa pada tahun 2000 lalu, adalah orang-orang paling sering berhubungan seks. Dalam setahun, pasangan berusia di bawah 30 tahun rata-rata berhubungan seks 112 kali dalam setahun atau sekitar dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Sementara pasangan berusia 30 tahunan biasanya berhubungan seks 86 kali dalam setahun atau sekitar satu sampai dua kali dalam seminggu. Para peneliti menduga penurunan frekuensi berhubungan seks saat memasuki usia 30-an disebabkan karena kehadiran buah hati. Dimulai masalah ketidaknyamanan hubungan seks pascabersalin, kesibukan bekerja sekaligus mengurus anak, menyebabkan pasangan terlalu letih untuk bercinta sampai tantangan saat menyusui.

Apakah Anda mengalami hal seperti ini juga, Moms? Menurut Anda, berapa kali idealnya berhubungan seks dengan suami?

Menurut Mary, berapapun frekuensi seks yang diharapkan,  Anda perlu membicarakannya dengan suami. Hal tersebut penting, agar Anda berdua dapat menemukan titik tengah dan tak saling menilai pasangan Anda egois karena memikirkan keinginan sendiri.

Apalagi, hubungan seks memiliki banyak manfaat bagi tubuh misalnya dapat melepaskan hormon endorfin bisa membuat Anda merasa lebih tenang hingga menjernihkan pikiran. Ini tentu dapat sangat membantu menjaga keharmonisan hubungan pernikahan Anda, meningkatkan produktivitas sekaligus membuat Anda lebih fokus dalam mengasuh si kecil.

Adapun bila ingin mengatasi masalah berhubungan badan bisa anda dapatkan di priasejati.com

http://addurl.nu